Mendekati Level all Time High, Reli Kenaikan IHSG Tampak Mulai Melambat

Bursa Wall Street ditutup bervariatif pada perdagangan akhir pekan, setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS berada di jalur untuk mulai mengurangi pembelian asetnya. Pelaku pasar juga masih mencerna perkembangan krisis utang Evergrande Group, yang tampaknya berusaha menghindari default dengan berupaya melakukan pembayaran kupon obligasi pada menit-menit terakhir tenggat waktu. Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi setelah naik 73,94 poin (+0,21%) ke level 35.677,02, sedangkan S&P 500 turun 4,88 poin (-0,11%) menjadi 4.544,9 dan Nasdaq melemah 125,50 poin (-0,82%) ke posisi 15.090,20. Dalam sepekan, ketiga bursa saham utama AS berhasil menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan +1,08%, S&P 500 meningkat +1,64% dan Nasdaq bertambah +1,29%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG naik tipis 10,766 poin (+0,16%) ke level 6.643,738 di akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 1,13 triliun di pasar reguler. Sepanjang pekan kemaren, IHSG berhasil menguat tipis +0,16% dengan diikuti aksi beli investor asing di pasar reguler senilai Rp 4,04 triliun.

Pasar saham Indonesia terus bergerak menguat dan berhasil memperpanjang reli kenaikannya menjadi 6 pekan berturut-turut. Namun pada pekan lalu, tampaknya IHSG agak lelah karena laju penguatannya mulai melambat setelah hanya berhasil naik tipis. Pelambatan laju penguatan IHSG sepertinya terjadi akibat aksi ambil untung, sehingga pergerakan indeks tampak mulai terkonsolidasi. Koreksi yang terjadi pada harga komoditas membuat IHSG mengalami kesulitan untuk menguat lebih signifikan. Pasar komoditas jatuh pada minggu lalu setelah pemerintah China mengatakan akan menggunakan semua cara yang diperlukan untuk membawa harga batubara kembali ke kisaran yang sesuai dan memastikan pasokan energi yang aman dan stabil untuk negaranya. Kebijakan tersebut membuat harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) anjlok 20,86% sepanjang pekan lalu.

Secara teknikal IHSG masih berusaha mendekati level tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai di level 6.693. Namun reli kenaikan IHSG nampaknya terasa berat setelah pergerakannya mulai melambat. Diperkirakan IHSG pekan ini akan kembali melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak di rentang area support level 6.504 dan resistance di 6.693. Indikator teknikal MACD terlihat mulai melambat kenaikannya dan berpeluang berbalik arah, sehingga mengindikasikan potensi terjadinya reversal turun dalam jangka pendek.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data foreign direct investment (FDI) pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Rabu 27 Oktober 2021 : Rilis data inflasi Australia, Rilis data durable goods orders AS
  • Kamis 28 Oktober 2021 : Kebijakan moneter dan suku bunga BOJ, Kebijakan moneter dan suku bunga serta konferensi pers ECB, Rilis data GDP AS
  • Jum’at 29 Oktober 2021 : Rilis data inflasi zona eropa, Rilis data harga produsen AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mendekati akhir bulan Oktober, pelaku pasar akan mencermati rilis kinerja keuangan emiten pada kuartal III-2021 yang akan keluar. Walaupun masih uptrend, namun reli kenaikan IHSG tampak mulai berat sehingga berpeluang berkonsolidasi atau mengalami koreksi sehat. Namun selama masih ditopang oleh aliran dana asing yang terus masuk ke pasar saham Indonesia, maka koreksi yang dialami oleh IHSG diperkirakan hanya sesaat saja sebelum kembali melanjutkan reli kenaikannya.

Tetap disarankan safe trading dan hati-hati, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat karena IHSG sudah naik cukup tinggi sehingga rawan terjadi koreksi dalam jangka pendek. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/