Masih Konsolidasi, Waspadai Apabila IHSG Gagal Bertahan Di Support 6.480

Bursa Wall Street ditutup melemah dipicu oleh melambatnya data tenaga kerja AS ditengah ancaman dari virus corona varian Omicron, serta rencana The Fed untuk mempercepat normalisasi kebijakan moneternya (tapering off) guna meredam ekonomi AS yang terlalu panas akibat tingginya inflasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll) hanya sebanyak 210.000 orang di bulan November, sangat jauh di bawah ekspektasi sebesar 573.000 orang, serta mengalami pelambatan yang signifikan jika dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 546.000 orang. Sementara itu tingkat pengangguran turun menjadi 4,2%, yang merupakan level terendah sejak Februari 2020, sedangkan upah pekerja meningkat serta aktivitas industri jasa AS mencapai rekor tertinggi pada bulan November. Hal ini tampaknya mempengaruhi ekspektasi investor bahwa The Fed akan segera melanjutkan rencananya untuk melakukan pengetatan kebijakannya dengan mempercepat penyelesaian program pembelian obligasi, sehingga mendorong spekulasi bahwa kenaikan suku bunga AS juga akan dimajukan. Dow Jones ditutup turun 59,71 poin (-0,17%) menjadi 34.580,08, S&P 500 jatuh 38,67 poin (-0,84%) ke level 4.538,43 dan Nasdaq merosot 295,85 poin (-1,92%) menjadi 15.085.47. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS mengalami pelemahan dengan Dow Jones turun -0,91%, S&P 500 melemah -1,22% dan Nasdaq terpuruk -2,62%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 45,314 poin (-0,69%) ke level 6.538,506 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 428 miliar di pasar reguler. Sepanjang minggu lalu, IHSG mengalami penurunan -0,35%, dengan diikuti keluarnya dana asing di pasar reguler sebesar Rp 2,75 triliun dalam sepekan.

Pasar saham Indonesia melanjutkan penurunan dalam dua pekan beruntun, menjauhi rekor tertinggi sepanjang masa di 6.754,464 yang dicapai pada tanggal 22 November lalu. Pelemahan IHSG dipicu oleh penyebaran virus corona varian baru Omicron, ditambah dengan adanya rencana percepatan tapering dari The Fed. Kombinasi dari munculnya virus baru Omicron dan sikap hawkish dari The Fed berpeluang menekan permintaan dan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih lambat sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pasar.

Secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi mencoba bertahan di area support level 6.480, dengan kecenderungan bergerak turun dalam jangka pendek. Indikator teknikal MACD yang bergerak menurun menunjukan bahwa IHSG berada dalam momentum negatif dengan potensi bergerak melemah.

IHSG akan menjalankan skenario bearish, apabila breakdown ke bawah support 6.480. Jika gagal bertahan di area support tersebut, terbuka potensi bagi IHSG untuk bergerak turun menuju target terdekat di level 6.390. Apabila tekanan jual berlanjut, maka IHSG berpeluang menuju target penurunan selanjutnya di level psikologis 6.200 yang juga merupakan area garis MA 200 hariannya. Akan tetapi jika IHSG pada pekan ini dapat bertahan di support 6.480 dan kembali rebound, maka IHSG akan menjalankan skenario bullish sehingga terbuka ruang untuk bergerak naik kembali menuju area resistance dikisaran 6.620-6.680 di pekan ini.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa hingga akhir November pada hari selasa, serta data keyakinan konsumen bulan November pada hari rabu. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 7 Desember 2021 : Rilis data perdagangan China, Kebijakan suku bunga RBA Australia, Rilis data perdagangan AS
  • Kamis 8 Desember 2021 : Rilis data inflasi China
  • Jum’at 10 Desember 2021 : Rilis data perdagangan dan GDP Inggris, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data inflasi AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pasar saham Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek dengan kecenderungan bergerak melemah di pekan ini. Munculnya virus corona varian baru Omicron dan rencana The Fed untuk mempercepat tapering, meningkatkan ketidakpastian di market dan menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar. Hal ini terlihat dari naiknya index volatilitas pada pasar keuangan AS yang tercermin dari kenaikan VIX CBOE ke atas level 30 di akhir pekan kemaren. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang mendekati level 14.400/USD turut menjadi katalis negatif bagi IHSG di pekan ini. Perhatikan level area support 6.480, jika gagal dipertahankan dan jebol ke bawah, ada potensi IHSG masuk fase downtrend dalam jangka pendek. Namun sebaliknya jika IHSG berhasil menembus ke atas resistance di level 6.680, kemungkinan akan ada penguatan lanjutan.

Sementara ini masih banyak sentimen negatif di pasar, terutama dari market saham global yang masih kurang kondusif. Tetap disaranakan untuk safe trading dan hati-hati serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/