Omicron Tak Lagi Mengkhawatirkan, IHSG Rebound… What Next?

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, dengan saham teknologi menopang pasar setelah rilis data inflasi AS yang sejalan dengan konsensus, tetapi juga menandai kenaikan tahunan terbesar dalam hampir 4 dekade terkahir. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan harga konsumen bulan November melonjak ke tingkat pertumbuhan tahunan 6,8%, yang merupakan angka tertinggi dalam lebih dari 39 tahun atau sejak Juni 1982. The Fed akan mengadakan pertemuan 2 hari pada minggu depan untuk mengambil kebijakan moneter terkait tingginya inflasi tersebut. Pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai kenaikan suku bunga AS bersamaan dengan potensi percepatan pengurangan pembelian obligasi (tapering). Dow Jones ditutup menguat 216,30 poin (+0,61%) ke level 35.970,99, S&P 500 naik 44,57 poin (+0,95%) ke posisi 4.712,02 dan mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa. Sedangkan Nasdaq bertambah 113,23 poin (+0,73%) menjadi 15.630,60. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil menguat  cukup tajam, dengan Dow Jones melonjak +4,02%, S&P 500 meningkat +3,92% dan Nasdaq naik +3,61%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 8,99 poin (+0,14%) ke level 6.652,922 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 927 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mengakumulasi kenaikan sebesar +1,75% setelah menguat dalam 5 hari perdagangan berturut-turut. Meski berhasil naik, namun dalam sepekan investor asing justru mencatatkan net sell sebanyak Rp 1,27 triliun di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia berhasil rebound pada pekan lalu, setelah IHSG berhasil menguat 5 hari beruntun. Sepanjang pekan, IHSG selalu ditutup di zona hijau seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak varian Omicron. Investor memperoleh keyakinan setelah Dr. Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS mengatakan kepada CNN bahwa sejauh ini tampaknya tidak ada keparahan yang besar diakibatkan oleh varian Omicron. Sentimen positif juga datang dari hasil penelitian awal produsen vaksin Pfizer dan BioNTech yang menyebutkan bahwa dosis ketiga vaksin kerja sama mereka tampaknya mampu memberikan perlindungan yang kuat terhadap varian omicron. Sementara dari dalam negeri, IHSG mendapatkan dorongan dari dibatalkannya penerapan PPKM level 3 selama periode libur natal dan tahun baru di semua daerah, karena pemerintah berhasil menekan angka kasus konfirmasi Covid-19 harian dengan stabil dan terkendali pada tingkat yang rendah. Di sisi lain, BI melaporkan Indeks Keayakinan Konsumen bulan November 2021 naik menjadi 118,5 dari bulan sebelumnya di 113,4. Hal ini mengindikasikan optimisme konsumen terhadap perekonomian Indonesia seiring pulihnya aktivitas masyarakat. 

Secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi di fase sideways jangka pendek, setelah berhasil bertahan di atas area support 6480. Saat ini IHSG mencoba rebound dan bergerak menguat kembali menguji area resistance level di 6.750. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross kembali, mengindikasikan momentum IHSG untuk mulai kembali bergerak positif.

IHSG akan kembali menjalankan skenario bullishnya apabila mampu menembus ke atas resistance 6750. Sebaliknya apabila kembali turun dan gagal bertahan diatas support level 6.480, maka IHSG akan menjalankan skenario bearish dan kembali bergerak turun.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan data perdagangan bulan November pada hari rabu. Sedangkan pada hari kamis investor akan mencermati pernyataan BI dalam Rapat Dewan Gubernur yang diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan tetap di level 3,5%. Sementara dari luar negeri, minggu ini cukup banyak rilis data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor antara lain adalah:

  • Selasa 14 Desember 2021 : Rilis data tenaga kerja Inggris, Rilis data indeks harga produsen AS
  • Rabu 15 Desember 2021 : Rilis data produktivitas Industri dan penjualan ritel China, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Kebijakan moneter dan suku bunga serta pernyataan The Fed,
  • Kamis 16 Desember 2021 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data tenaga kerja Australia, Rilis data PMI manufaktur negara zona euro, Kebijakan moneter dan suku bunga BOE Inggris, Pernyataan ECB, Rilis data perumahan dan PMI manufaktur AS
  • Jum’at 17 Desember 2021 : Kebijakan moneter BOJ Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Sentimen negatif dari Covid varian baru Omicron sudah mereda dan tidak lagi mengkhawatirkan. Perhatian pelaku pasar saat ini mulai tertuju pada pertemuan bank-bank sentral dunia seperti BOJ, BOE dan The Fed termasuk Bank Indonesia. Namun perhatian lebih khusus akan tertuju pada arah kebijakan The Fed yang rencananya akan melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih agresif (percepatan tapering) dalam FOMC pada 15 Desember 2021. Sikap Hawkish dari The Fed tersebut diperkirakan akan menentukan arah pergerakan market dan kemungkinan bisa menjadi penekan pasar.

Untuk itu tetap disaranakan safe trading dan hati-hati serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat bila trading saat ini. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/