Predikisi Pergerakan IHSG Di Minggu Terakhir Jelang Akhir Tahun 2021

Pertama-tama kami mau mengucapkan Selamat Natal 2021 bagi pembaca setia website step-trader.com yang merayakannya. Kiranya Natal akan membawa kedamaian, suka cita dan kebahagiaan dalam hidup kita semua. GBU all..

Bursa Wall Street ditutup menguat dan membukukan kenaikan solid untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan hari kamis, perdagangan terakhir pekan lalu sebelum libur Natal. Pelaku pasar mulai mengabaikan kekhawatiran sebelumnya tentang penyebaran varian Omicron, setelah studi terbaru menunjukkan bahwa varian tersebut memiliki risiko rawat inap yang lebih rendah daripada varian Covid lainnya. Data dari Inggris menunjukkan lebih sedikit kasus rumah sakit untuk varian Omicron secara proporsional daripada varian Delta. Membantu meningkatkan sentimen, FDA memberikan otorisasi penggunaan pil buatan Pfizer sebagai obat antivirus oral yang melawan virus Covid-19, setelah sebelumnya mengizinkan pil antivirus Merck untuk pasien dewasa tertentu yang berisiko tinggi. Dow Jones ditutup menguat 196,67 poin (+0,55%) menjadi 35.950,56, S&P 500 meningkat 29,23 poin (+0,62%) menjadi 4.725,79 dan Nasdaq naik 131,48 poin (+0,85%) menjadi 15.653,37. Sepanjang pekan lalu, ketiga indeks bursa saham AS berhasil ditutup menguat dengan Dow Jones membukukan kenaikan +1,65%, S&P 500 meningkat +2,28%, dan Nasdaq melonjak +3,19%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat tipis 7,35 poin (+0,11%) ke level 6.562,9 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net sell senilai Rp 72 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir, IHSG mengalami koreksi -0,59% dengan diikuti keluarnya dana asing di pasar reguler sebesar Rp 773 miliar.

Pasar saham Indonesia kembali melanjutkan fase konsolidasinya di perdagangan pekan lalu. IHSG gagal mengikuti rebound yang terjadi pada mayoritas bursa global dan regional sehingga ditutup turun dibanding penutupan minggu sebelumnya di 6.601,93. Pelemahan IHSG terjadi seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap perkembangan pandemi virus corona varian Omicron yang sudah masuk ke Indonesia, dikhawatirkan dapat menyebabkan diterapkannya pembatasan sosial (PPKM) apabila kasusnya melonjak kembali. Pemerintah berencana akan memperketat aktivitas masyarakat apabila terjadi indikasi lonjakan kasus baru Covid-19 melebihi angka 500 dan 1000 per hari. Selain itu minimnya katalis positif dari dalam negeri membuat pelaku pasar cenderung wait & see jelang penutupan perdagangan akhir tahun.

Secara teknikal, IHSG masih di fase sideways dalam jangka pendek melanjutkan pola konsolidasinya yang terjadi sejak awal bulan November lalu. IHSG masih bergerak di area range trading lebar dikisaran 6480 hingga 6754, dengan area support dikisaran 6480-6525 dan area resistance dikisaran 6687-6754. Indikator teknikal MACD yang masih cenderung bergerak turun menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan momentum cenderung bergerak ke arah negatif.

Diperkirakan hingga akhir tahun 2021, pergerakan IHSG masih akan berada di rentang area 6480 hingga 6754. Penembusan ke atas level all time high 6754 akan membuka potensi bagi IHSG melanjutkan bullish rally dan menjalankan bullish scenarionya. Sebaliknya jika IHSG turun dan gagal bertahan di support 6480, akan mengkonfirmasi terbentuknya pola bearish reversal head & shoulder pattern, sehingga akan menjalankan bearish scenario dengan memasuki fase downtrend.

Memasuki minggu terakhir jelang penutupan akhir tahun 2021, tidak banyak data dan agenda ekonomi penting baik dari dalam dan luar negeri. Berikut data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 27 Desember 2021 : Ringkasan Pendapat Bank Sentral Jepang (BOJ)
  • Selasa 28 Desember 2021 : Rilis data pekerjaan Jepang
  • Jum’at 31 Desember 2021 : Rilis data manufaktur NBS China

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Memasuki minggu terakhir jelang akhir tahun kemungkinan pasar saham cenderung lebih sepi, karena sebagian bursa saham dan bank di dunia rata-rata libur menyambut natal dan tahun baru. Perkiraan window dressing tahun ini relatif terbatas karena pelaku pasar sepertinya masih cenderung wait and see melihat perkembangan pasar selanjutnya. Perhatikan area level 6.480 yang merupakan area support penting. Apabila di jebol ke bawah, ada potensi terbentuk pola head & shoulder pattern, sehingga IHSG akan memasuki ke fase downtrend.

Untuk itu tetap disaranakan safe trading dan hati-hati serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat bila trading saat ini. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*