IHSG Maket Outlook 2022

Pertama-tama saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022. Semoga kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan akan selalu menyertai para pembaca setia website step-trader.com di sepanjang tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang.  Mari melangkah dengan harapan baru & semangat baru. Dan semoga di tahun yang baru ini apa yang kita resolusikan bisa tercapai.

Bursa Wall Street ditutup turun di hari perdagangan terakhir tahun 2021 pada hari jum’at tanggal 31 Desember 2021 dalam perdagangan yang tipis. Meski berakhir turun, namun Wall Street menandai tahun kedua pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 global dengan ditutup mendekati rekor tertingginya. Dow Jones ditutup melemah 59,78 poin (-0,16%) ke level 36.338,3, S&P 500 turun 12,55 poin (-0,26%)  menjadi 4.766,18 dan Nasdaq terkoreksi 96,59 poin (-0,61%) ke posisi 15.644,97. Walau melemah di perdagangan akhir tahun, namun untuk sepanjang tahun 2021 Dow Jones berhasil naik +18,73%, S&P 500 melesat +27% setelah berhasil mencatatkan 70 penutupan rekor tertinggi di tahun 2021, sedangkan Nasdaq berhasil menguat +21,4%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 19,195 poin (-0,29%) ke level 6.581,482 pada perdagangan akhir tahun tanggal 30 Desember 2021. Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 223 miliar di pasar reguler. Pada minggu terakhir tahun 2021 IHSG berhasil ditutup menguat tipis +0,28% dengan diikuti oleh net buy investor asing di pasar reguler sebesar Rp 46 miliar dalam sepekan. Sedangkan untuk sepanjang tahun 2021 IHSG berhasil mengalami penguatan sebesar +10,08% dengan diikuti oleh masuknya aliran dana asing di pasar reguler sebesar Rp 36 triliun.

Pasar saham Indonesia sukses membukukan kinerja positif di sepanjang tahun 2021 dengan mencatatkan kenaikan sebesar +10,08% secara year-to-date (ytd), atau membaik jika dibandingkan tahun 2020 yang mencatatkan pelemahan sebesar -5,09%. Sejumlah katalis yang mewarnai pergerakan IHSG sepanjang tahun 2021 lalu adalah masih terkait varian baru Covid-19, rencana pengetatan kebijakan stimulus moneter dari beberapa bank sentral dunia, naiknya inflasi global seiring meningkatnya permintaan dan lonjakan harga komoditas yang diakibatkan oleh terganggunya supply rantai pasokan pasca pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Kinerja positif IHSG sepanjang tahun 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19, dimana target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2021 nanti diperkirakan akan berada di rentang kisaran 3,5%-4%, atau membaik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi/tumbuh minus -2,07% secara tahunan (yoy) karena di hajar oleh pandemi Covid-19.

Untuk tahun 2022 kami perkirakan IHSG masih akan terus bertumbuh seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini oleh sejumlah analis di angka kisaran 5,2% hingga 6%. Sejumlah peluang dan tantangan yang akan dihadapi ekonomi Indonesia pada 2022 adalah dari perbaikan ekonomi global dari pemulihan Covid-19 seiring meluasnya vaksinasi dan melemahnya varian baru corona sehingga diharapkan pandemi ini akan berubah menjadi endemi di tahun ini. Naiknya inflasi global akibat kenaikan harga komoditas serta terganggunya supply chain dan meningkatnya demand akan komoditi dunia, mendorong beberapa bank sentral dunia melakukan pengetatan kebijakan moneternya. Katalis positif dari kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara, CPO, nickel, timah, dll berhasil menngkatkan ekspor sehingga menguntungkan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar komoditas dunia. Kondisi ini membuat neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami surplus perdagangan, cadangan devisa meningkat ke level tertinggi sepanjang sejarah, serta target penerimaan pajak pemerintah tahun 2021 tercapai, sehingga membuat nilai tukar rupiah stabil selama tahun 2021, ditengah pelemahan mata uang emerging market lainnya akibat pengetatan kebijakan tapering The Fed.

Pulihnya permintaan domestik yang ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, masuknya investasi asing, potensi merger dan akuisisi, serta IPO dari perusahaan2 tech atau start up besar di Indonesia, kami perkirakan akan turut menjadi katalis positif pendorong penguatan IHSG di tahun 2022 ini. Selain itu ada data yang cukup menarik dari statistik yang kami temukan, dimana 2 tahun menjelang tiga pemilu terkahir, IHSG selalu mencatatkan pertumbuhan double digit yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan akan ada dana-dana parpol yang masuk ke market untuk mencari modal guna memenuhi kebutuhan dana kampanye bagi partai dan capres yang dijagokannya sebelum masa kampanye di mulai.

Jika kita perhatikan data di atas ini (Figure 1), tahun 2007 (dua tahun sebelum pemilu 2009) IHSG naik sebesar +52,08%. Sedangkan tahun 2012 (dua tahun sebelum pemilu 2014) IHSG berhasil naik +12,94% dan pada tahun 2017 (dua tahun sebelum pemilu 2019) IHSG juga berhasil naik 19,99%. Ok lah, data tahun 2007 kita abaikan karena saat itu market sedang mengalami bubble sebelum akhirnya meletus pada tahun 2008 dan menciptakan global financial crisis akibat subprime mortgage AS. Jika kita ambil data 2012 dan 2017 lalu dirata-rata, maka ada potensi upside sekitar 16,5% pada IHSG.

Yang menarik adalah pada tahun 2017, IHSG masih dapat menguat hampir sebesar +20%, meski pada tahun tersebut ada kenaikan Fed Rate (lihat Figure 2). Kondisi yang sama dengan tahun ini, dimana The Fed diperkirakan akan menaikan suku bunga acuannya sebanyak 3x atau naik sekitar 0,75% untuk mejaga ekonomi AS tidak terlalu panas akibat lonjakan inflasi. Dengan berdasarkan data statistik tersebut diatas, serta berdasarkan asumsi perhitungan angka (mean) rata-rata roling forward P/E lima tahun terakhir menggunakan kisaran estimasi 15x-16x P/E 2023 (Figure 3) dan konsensus pertumbuhan EPS 20% YoY, maka akan didapatkan estimasi perkiraan target IHSG tahun 2022 dikisaran angka 7300 (target moderate) hingga 7750 (target optimis).

Secara teknikal apabila kita melihat dari weekly chart (Figure 4), terindikasi bahwa IHSG telah mengkonfirmasi terbentuknya pola inverse head & shoulder pattern. Saya sengaja memakai chart weekly, karena untuk melihat market cycle longer term IHSG dibutuhkan time frame yang lebih panjang. Berdasarkan weekly chart diatas terlihat bahwa selama IHSG masih mampu bertahan dikisaran support neckline 6450-6500, terbuka ruang kenaikan menuju target-target dari pola fibonacci di area 7115-7500-7800-8100 dalam jangka menengah-panjang. Namun apabila IHSG gagal bertahan dan close di bawah 6450, maka potensi terbentuknya pola inverse head & shoulder pattern bisa dinyatakan invalid.

Walaupun kami masih optimis terhadap kinerja IHSG di tahun 2022 ini, namun tetap harus diperhatikan beberapa resiko yang dapat menghambat ataupun membuat perubahan terhadap laju indeks. Diantaranya perubahan kebijakan bank sentral (kenaikan suku bunga) yang jauh lebih agresif, ditemukannya varian virus baru yang lebih ganas dari yang sudah ada saat ini, krisis perusahaan properti di China, meningkatnya eskalasi perang dagang AS dan China kembali, serta perubahan kebijakan pajak (VAT dan new carbon tax) yang lebih agresif, sehingga dapat memukul daya beli masyarakat.

Bagi trader, tetap disaranakan untuk selalu safe trading dan hati-hati serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental yang bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta memiliki prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/