Rusia Dan Ukraina Perang, Sanggupkah IHSG Kembali Cetak Rekor?

Bursa Wall Street melanjutkan rebound pada perdagangan akhir pekan dan ditutup menguat hari kedua, pulih dari aksi jual tajam akibat invasi Rusia ke Ukraina. Pasar mendapat dorongan setelah Kremlin dilaporkan mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin siap mengirimkan delegasi ke ibukota Belarusia Minsk untuk negosiasi dengan Ukraina. Dow Jones ditutup melonjak 834,92 poin (+2,51%) ke level 34.058,75, S&P 500 melesat 95,95 poin (+2,24%) menjadi 4.384,65 dan Nasdaq menguat 221,04 poin (+1,64%) ke posisi 13.694,62. Hampir sebagian besar bursa saham AS menutup pekan bergejolak di zona hijau karena investor menilai risiko keuangan akibat invasi Rusia terhadap Ukraina. Untuk sepanjang pekan, Dow Jones masih tercatat melemah tipis -0,06%, S&P 500 berhasil naik +0,82% dan Nasdaq menguat +1,08%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 70,351 poin (+1,03%) ke level 6.888,171 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 1,44 triliun di pasar reguler. Namun untuk sepanjang pekan, IHSG cenderung bergerak flat setelah hanya terkoreksi tipis -0,07%, meski investor asing mencatatkan net buy senilai Rp 4,55 triliun di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia cenderung bergerak volatile dan berfluktuasi pada pekan lalu, di tengah memanasnya konflik antara Rusia dengan Ukraina yang memasuki babak baru, yakni invasi militer Rusia ke Ukraina. Pada hari Kamis lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mengumumkan operasi militer ke Ukraina, demi membela separatis di wilayah timur Ukraina, yakni Donestk dan Luhansk setelah Rusia mengakui kemerdekaan kedua wilayah tersebut. Memanasnya konflik antara Rusia dengan Ukraina menjadi sentimen negatif yang menekan IHSG sepanjang pekan lalu. Sementara rilis data surplus APBN yang naik 163% (yoy) di bulan Januari 2022, serta rilis data laba bersih emiten yang menunjukkan perbaikan kinerja dan berada di atas perkiraan pasar menjadi katalis positif yang menahan kejatuhan IHSG.

Di tengah pergerakan yang cenderung volatile sepanjang pekan akibat invasi militer Rusia ke Ukraina, IHSG masih berhasil mencetak rekor terbaru all time high di level 6.929,911. Pergerakan IHSG ditopang oleh inflow dana asing yang masuk ke saham-saham perbankan besar, serta naiknya saham emiten berbasis komoditas, seperti minyak, batubara, metal mining dan CPO. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam tren naik meski sempat mengalami pullback ke area support 6.758. Untuk minggu ini level 6.758 masih akan menjadi area demmand yang akan menjadi support bagi IHSG. Sedangkan untuk level all time high di 6.929 akan menjadi area resistance-nya. Jika mampu melewati resistance tersebut, maka IHSG berpotensi menuju level psikologis 7.000 sebagi area resistance selanjutmya.

Untuk minggu ini seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan februari pada hari selasa. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 1 Maret 2022 : Rilis data manufaktur China, Kebijakan suku bunga bank sentral Australia (RBA), Rilis data manufaktur AS
  • Rabu 2 Maret 2022 : Rilis data GDP Australia, Pertemuan OPEC, Rilis data pekerjaan ADP AS, Pernyataan ketua The Fed Powell
  • Kamis 3 Maret 2022 : Rilis data sektor jasa AS, Pernyataan ketua The Fed Powell
  • Jum’at 4 Maret 2022 : Rilis data pekerjaan dan tingkat penagangguran AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan IHSG masih mencoba mencetak rekor tertinggi baru, karena ditopang oleh inflow dana asing yang terus masuk ke pasar saham Indonesia. Namun untuk minggu ini, IHSG diperkirakan masih akan cenderung berkonsolidasi karena pendeknya jumlah hari perdagangan pada pekan ini, sebab pada hari senin dan kamis bursa libur hari nasional. Area trading IHSG sementara diperkirakan akan berada dalam area yang cukup lebar, yaitu antara 6.758 hingga 6.929. Cermati area level 6.929 yang apabila mampu di tembus, maka IHSG akan melanjutkan uptrend-nya dan berpeluang menuju level psikologis 7.000.

Namun demikian tetap disarankan untuk safe trading karena masih ada ketidakpastian global terkait adanya konflik Rusia-Ukraina dan jelang kenaikan suku bunga AS pada tengah bulan Maret. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/