Dibayangi Perang Ukraina Dan Kenaikan Fed Rate, IHSG Terus Bergerak Naik Mendekati Level 7000

Bursa Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan akhir pekan, terbebani oleh perkembangan perang di Ukraina meski data lapangan pekerjaan AS yang dirilis lebih kuat dari perkiraan. Tekanan terhadap Wall Street datang dari pemberitaan bahwa pasukan Rusia berhasil merebut pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina, yang juga terbesar di Eropa. Harga energi melonjak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS jatuh, setelah serangan terhadap pembangkit listrik nuklir tersebut. Melonjaknya harga komoditas meningkatkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih besar, yang dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih agresif. Sementara itu data lapangan pekerjaan AS periode Februari bertambah 678.000 pekerjaan, jauh di atas perkiraan sebanyak 440.000. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,8%, terendah sejak Februari 2020. Dow Jones ditutup turun 179,86 poin (-0,53%) menjadi 33.614,80, S&P 500 melemah 34,62 poin (-0,79%) menjadi 4.328,87 dan Nasdaq merosot 224,5 poin (-1,66%) menjadi 13.313,44. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir turun dengan  Dow Jones melemah -1,3%, S&P 500 melorot -1,27%, dan Nasdaq anjlok -2,78%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 59,926 poin (+0,87%) ke level 6.928,328 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net buy senilai Rp 1,9 triliun di pasar reguler. Dan sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat +0,12% dengan diikuti masuknya aliran modal asing di pasar reguler sebesar Rp 5,95 triliun.

Invasi Rusia ke Ukraina masih menjadi fokus utama pasar keuangan global dalam sepekan terakhir. Konflik Rusia vs Ukraina membuat harga-harga komoditas, khususnya minyak dunia, batu bara, CPO dan tambang logam melambung karena kekhawatiran terganggunya pasokan. Kondisi ini membuat harga saham emiten-emiten produsen komoditas di Indonesia melonjak karena potensi lonjakan laba sudah membayang di depan mata. Hal ini menjadikan ekonomi Indonesia diuntungkan karena Indonesia adalah negara pengekspor komoditas. Di lain sisi, semakin terkendalinya penanganan kasus Omicron di Indonesia membuat iklim investasi semakin menarik dan membuat aliran modal asing masih deras masuk ke pasar saham Indonesia sehingga menjadi motor bagi laju penguatan IHSG. Pergerakan IHSG juga tak lepas dari rencana kenaikan suku bunga The Fed, dimana pelaku pasar masih mencermati apakah bank sentral AS tersebut akan menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 bps atau lebih agresif pada pertemuan tanggal 15-16 Maret 2022 nanti.

Perang Rusia vs Ukraina dan ancaman lonjakan inflasi global masih menjadi sentimen utama yang menimbulkan banyak ketidakpastian dalam jangka pendek bagi pasar keuangan global. Namun kondisi tersebut tidak begitu mempengaruhi IHSG, karena meskipun terjadi perang Rusia dan Ukraina, diperkirakan dampak negatifnya tidak akan terlalu signifikan terhadap Indonesia. Justru karena terjadi perang yang membuat harga-harga komoditas naik, ekonomi Indonesia malah diuntungkan karena Indonesia adalah negara pengekspor komoditas. Kondisi ini membuat IHSG terus bergerak naik dan semakin mendekati level psikologis 7.000.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam pola uptrend jangka pendek. IHSG masih ada potensi kembali mencetak rekor baru apabila mampu melewati 6.996. Dalam skenario bullish, apabila hal itu terjadi maka IHSG pada pekan ini berpeluang menguji area resistance di 7050. Sedangkan dalam skenario bearish apabila minggu ini bergerak turun, maka IHSG akan menguji area support terdekat di 6860, dengan support selanjutnya di 6.758.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa akhir februari 2022 pada hari selasa. Sedangkan pada hari rabu akan dirilis data keyakinan konsumen dan pada hari kamis akan dirilis data penjualan ritel. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Selasa 8 Maret 2022 : Rilis data perdagangan AS
  • Rabu 9 Maret 2022 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data GDP Jepang, RIlis data inflasi China
  • Kamis 10 Maret 2022 : Rilis data Inflasi AS, Proyeksi makroekonomi, pertemuan dan pernyataan ECB
  • Jum’at 11 Maret 2022 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek mencoba melanjutkan kenaikannya menuju level psikologis 7000. Namun kekuatan kenaikan IHSG terlihat masih terbebani oleh sentimen dari ekternal yaitu ketidakpastian terkait perang Rusia-Ukraina dan jelang kenaikan suku bunga The Fed. Diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat selama dana asing masih terus mengalir masuk ke pasar saham Indonesia.

Namun demikian tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/