Bertahan Diatas Level 7000, Akankah Laju IHSG Terus Berlanjut?

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan, dengan dua dari tiga indeks utama ditutup menguat setelah mendapat sokongan dari saham sektor keuangan. Hal tersebut terjadi usai imbal hasil US Treasury melonjak ke level  2,492%, yang merupakan level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Sementara itu, sektor teknologi dan konsumen adalah dua sektor utama yang berakhir turun. Pelaku pasar masih memperhitungkan seberapa agresif The Fed akan memperketat kebijakannya setelah Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral perlu bergerak cepat untuk memerangi inflasi yang tinggi dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps di bulan Mei. Dow Jones ditutup naik 153,3 poin (+0,44%) menjadi 34.861,24, S&P 500 menguat 22,9 poin (+0,51%) ke level 4.543,06, sedangkan Nasdaq turun 22,54 poin (-0,16%) menjadi 14.169,30. Dalam sepekan, Wall Street rata-rata mencatat penguatan mingguan kedua berturut-turut setelah Dow Jones naik +0,31%, S&P 500 menguat +1,79% dan Nasdaq melonjak +1,98%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 47,153 poin (-0,67%) ke level 7.002,532 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing berhasil membukukan net buy senilai Rp 820 milyar. Meski melemah di akhir pekan, namun sepanjang minggu lalu IHSG mampu berakhir menguat +0,68% dengan diikuti masuknya aliran dana asing sebesar Rp 3,66 triliun di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia terus bergerak naik dan berhasil mencatatkan rekor harga tertinggi penutupan sepanjang sejarah di level 7.049,68 pada Kamis lalu, karena ditopang oleh aksi beli investor asing. Sentimen positif yang berhasil mendorong IHSG bertahan diatas level psikologis 7.000 pada akhir pekan adalah optimisme atas pemulihan ekonomi di Indonesia. Keputusan pemerintah yang memperbolehkan mudik Lebaran dengan persyaratan vaksinasi dan booster, diharapkan dapat berdampak positif terhadap proses pemulihan ekonomi nasional. Katalis positif lainnya juga berasal dari kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya minyak mentah, CPO, mineral dan logam yang menambah pundi-pundi devisa negara lewat ekspor. Di sisi lain, kekhawatiran investor atas kenaikan biaya produksi emiten barang konsumsi seiring dengan peningkatan harga komoditas serta sikap The Fed yang lebih hawkish menjadi faktor penghambat laju pergerakan IHSG.

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sesuai dengan analisa pekan sebelumnya. IHSG berhasil menembus ke atas level 7.000 dan kembali mencetak rekor baru setelah mampu bertahan di atas area supportnya dikisaran 6.927.

Dari gambar chart diatas, terlihat bahwa IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya, dengan area support masih dikisaran 6.928. IHSG pada akhir pekan kemaren berhasil mencetak rekor all time high sepanjang sejarah di 7.055. Apabila kenaikan IHSG mampu berlanjut di pekan ini dan melewati level tertingginya lagi, maka terbuka ruang bagi IHSG untuk menjajal level psikologis 7.100 sebagai area resistance-nya. Indikator teknikal MACD masih terlihat bergerak mendatar cenderung naik, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada dalam momentum pergerakan yang positif.

Untuk pekan ini seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi manufaktur dan inflasi bulan maret pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 28 Maret 2022 : Pernyataan Ketua BOE Bailey
  • Selasa 29 Maret 2022 : JOLT Jobs Openings (AS)
  • Rabu 30 Maret 2022 : Rilis data pekerjaan ADP AS
  • Kamis 31 Maret 2022 : Rilis data inflasi China, Rilis data tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data price index AS
  • Jum’at 1 April 2022 : Rilis data inflasi zona eropa, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS, Rilis data manufaktur AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pasar saham Indonesia masih bergerak naik dalam jangka pendek di dalam uptrend channelnya. IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 7.000 dan mulai berkonsolidasi. Sentimen penggerak IHSG di pekan ini datang dari rilis kinerja emiten FY 2021 jelang akhir bulan Maret. Apabila mampu naik diatas level tertingginya 7.055, maka IHSG akan melanjutkan reli penguatannya. Namun waspadai apabila IHSG gagal bertahan diatas support 6.928, maka uptrend channel akan patah dan ada potensi bergerak turun dalam jangka pendek.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/