Mendekati Level 7.100, Kenaikan IHSG Mulai Melambat

Bursa  Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan terdorong oleh laporan pekerjaan bulanan yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Departemen tenaga kerja AS melaporkan adanya penambahan 431.000 pekerjaan di bulan Maret, lebih sedikit daripada perkiraan 490.000, tetapi masih menunjukkan kenaikan pekerjaan yang kuat. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,6%, terendah baru dalam 2 tahun sementara pendapatan rata-rata per jam naik 5,6% secara tahunan. Di sisi lain, data aktivitas manufaktur AS secara tak terduga melambat pada bulan Maret, meskipun tetap berada wilayah ekspansi. Dow Jones ditutup naik 139,92 poin (+0,4%) menjadi 34.818,27, S&P 500 menguat 15,45 poin (+0,34%) menjadi 4.545,86 dan Nasdaq bertambah 40,98 poin (+0,29%) menjadi 14.261,50. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS bergerak bervariasi dengan Dow Jones turun tipis -0,12%, sedangkan S&P 500 berhasil menguat tipis +0,06% dan Nasdaq naik +0,65%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 7,318 poin (+0,1%) ke level 7.078,76 pada perdagangan akhir pekan.  Investor asing membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp 1,18 triliun. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat +1,09% dengan diikuti masuknya aliran dana asing di pasar reguler sebesar Rp 5,01 triliun.

Pasar saham Indonesia sepanjang pekan kemaren berkali-kali mencatatkan rekor. IHSG bahkan hampir menggapai level psikologis 7.100, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di angka 7.099,302 pada hari kamis lalu. Derasnya inflow aliran dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia terus mendorong laju penguatan IHSG. Di sisi lain, rilis data ekonomi PMI manufaktur bulan Maret 2022 berada di level 51,3 atau 0,1 poin lebih tinggi dari bulan sebelumnya, sedangkan data inflasi bulan Maret meningkat 0,66% MoM dan 2,64% secara YoY, menjadi katalis positif bagi IHSG. Kondisi ini terjadi seiring dengan tren penurunan kasus Covid-19 yang terus berlanjut, serta kebijakan pelonggaran pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah jelang bulan Ramadhan, mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi domestik berjalan dengan semakin progresif.

Fundamental ekonomi nasional yang kuat dan harga komoditas dunia yang masih tinggi serta rilis laporan keuangan emiten yang cenderung positif menjadi faktor penopang laju penguatan IHSG pekan lalu. Secara teknikal IHSG masih bergerak naik dalam jangka pendek membentuk pola rising wedges pattern. IHSG terlihat masih uptrend mencoba menembus resistance all time high di 7.099. Apabila mampu melewati area tersebut, terbuka potensi bagi IHSG menuju target di 7.142 sebagai resistance di pekan ini. Namun jika IHSG gagal menembus 7.100 dan bergerak turun, maka terbuka potensi untuk menguji area support 6.996. Penembusan ke bawah support 6.996 akan mematahkan uptrend IHSG dan mengakhiri tren naik jangka pendek, sehingga terbuka peluang untuk turun menguji ke area support dikisaran 6.926 hingga 6.879.

Minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi cadangan devisa akhir maret pada hari kamis dan indeks keyakinan konsumen pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 4 April 2022 : Pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) Bailey
  • Selasa 5 April 2022 : Kebijakan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA), Rilis data perdagangan dan sektor jasa AS
  • Rabu 6 April 2022 : Meeting The Fed
  • Kamis 7 April 2022 : Rilis data perdagangan Australia

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG terlihat masih bergerak uptrend, namun kenaikannya mulai melambat terlihat dari pola rising wedges yang makin menyempit. Meski masih ada peluang berlanjut, tapi penguatan IHSG sudah relative terbatas karena sudah berada di dekat area resistance dari pola rising wedges. Hati-hati apabila IHSG turun dan gagal bertahan di atas area support 6.996 karena akan mulai mematahkan pola uptrend jangka pendeknya. Pergerakan IHSG pekan ini masih akan dipengaruhi oleh kondisi perkembangan terbaru terkait konflik di Ukraina dan rencana percepatan kenaikan suku bunga The Fed, serta pergerakan harga komoditas dunia.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/