Terus Melaju, IHSG Belum Berhenti Mencetak Rekor

Bursa Wall Street bergerak bervariasi di akhir pekan, setelah The Fed memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga secara agresif, membuat investor memposisikan ulang portofolio mereka. Saham bank-bank besar AS yang sensitif terhadap suku bunga semuanya naik. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun mencapai level 2,73% yang merupakan posisi tertinggi 3 tahun terakhir, membantu mengangkat indeks saham perbankan. Sebagian besar indeks terpukul setelah pejabat The Fed mengangkat kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga secara agresif untuk mengatasi inflasi dapat menyebabkan perlambatan ekonomi. Dow Jones ditutup naik 137,55 poin (+0,4%) menjadi 34.721,12, sementara S&P 500 turun 11,93 poin (-0,27%) ke posisi 4.488,28 dan Nasdaq melorot 186,30 poin (-1,34%) ke level 13.711,00. Selama sepekan, bursa Wall Street bergerak melemah dengan Dow Jones turun -0,28%, S&P 500 melorot -1,27% dan Nasdaq merosot -3,86%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG bergerak menguat di akhir pekan setelah naik 83,468 poin (+1,17%) ke level 7.210,835. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler senilai Rp 1,37 triliun. Dalam sepekan, IHSG berhasil membukukan kenaikan +1,87% dengan diikuti oleh net buy investor asing sebesar Rp 3,2 triliun di pasar reguler.

IHSG terus melanjutkan tren penguatan dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di akhir pekan. Dalam sepekan terakhir, IHSG berhasil memecahkan rekor terbaiknya sebanyak tiga kali dengan ditopang oleh aliran dana dari pemodal asing yang terus masuk ke pasar saham Indonesia. Penguatan IHSG pada pekan lalu didorong oleh naiknya harga komoditas global akibat tambahan sanksi dari NATO terhadap Rusia, menyebabkan kenaikan pada harga saham-saham komoditas seperti saham batubara dan logam mineral. Pelaku pasar juga optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022, setelah pemerintah menerbitkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik saat lebaran tahun ini sehingga dapat mendorong konsumsi. 

Pasar saham Indonesia terus melanjutkan tren kenaikan dan sukses menciptakan rekor baru. Laju pergerakan IHSG belum terhenti dan bahkan sudah berhasil melewati level psikologis 7.200. Secara teknikal, IHSG terlihat masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Indikator teknikal MACD yang terus bergerak naik mengindikasikan bahwa IHSG berada dalam momentum kenaikan yang positif. IHSG pada pekan ini diperkirakan akan bergerak dikisaran area support 7.090 dan resistance di area 7.288.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 11 April 2022 : Rilis data inflasi China, Rilis data GDP Inggris
  • Selasa 12 April 2022 : Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 13 April 2022 : Rilis perdagangan China, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data harga produsen AS
  • Kamis 14 April 2022 : Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data ritel AS, Kebijakan suku bunga dan pernyataan ECB

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG terlihat masih bergerak uptrend, setelah berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru di 7.210. Laju pergerakan IHSG masih belum tertahan, seiring terus masuknya aliran dana dari investor asing yang masih mencatatkan net buy. Sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 37,5 triliun di seluruh pasar.

IHSG masih nyaman dan terus bergerak naik, serta belum keliatan ada potensi mengalami koreksi yang berarti. Meski demikian, setelah penguatan tajam ada potensi IHSG akan berkonsolidasi lebih dulu. Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/