Setelah Terjun Bebas Dan Tren Naik IHSG Patah, Bagaimana Selanjutnya?

Bursa Wall Street berhasil rebound dan menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan, sehingga memangkas penurunan selama sepekan. Namun reli pada akhir pekan tidak berarti pasar saham AS akan keluar dari kesulitannya, karena inflasi yang masih tinggi dan upaya The Fed secara agresif untuk mengerek suku bunga. Dow Jones ditutup naik 466,36 poin (+1,47%) menjadi 32.196,66, S&P 500 terkerek 93,81 poin (+2,39%) ke level 4.023,89 dan Nasdaq melonjak 434,04 poin (+3,82%) ke posisi 11.805. Meskipun berhasil rebound di akhir pekan, namun ketiga indeks saham utama AS tersebut masih membukukan pelemahan dalam sepekan. Sepanjang minggu lalu, Dow Jones ditutup melemah -2,14% dan membukukan penurunan beruntun 7 minggu pertama sejak 2001. Sedangkan S&P 500 melorot -2,4% dan mencapai penurunan beruntun terpanjang sejak 2011, sementara indeks Nasdaq tergelincir -2,8%.

Dari dalam negeri, IHSG berakhir stagnan setelah ditutup turun tipis 1,847 poin (-0,03%) ke level 6.597,993. Investor asing  membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 1,35 triliun. Dalam sepekan terakhir, IHSG mengalami penurunan sebesar -8,73%, dengan diikuti keluarnya dana asing senilai Rp. 8,41 triliun di pasar reguler.

IHSG terjun bebas setelah kembali dari libur panjang Idul Fitri. Sepanjang pekan IHSG tertekan turun 5 hari beruntun tanpa mampu seharipun di tutup di zona hijau. Bahkan reli penguatan IHSG sejak awal tahun terpangkas hanya dalam sepekan setelah anjlok -8,73%, sehingga menyisakan kenaikan hanya sebesar +0,25% year to date. Pasca kembali dari libur lebaran, IHSG langsung terpukul oleh faktor eksternal seiring kekhawatiran global dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps dan inflasi AS yang masih tinggi, serta efek dari eskalasi konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai dan lockdown yang terjadi di beberapa kota besar di China. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps membuat investor asing mulai berbalik arah dari pasar saham Indonesia dan mencatatkan net sell dalam jumlah besar sepanjang pekan lalu.

Secara teknikal IHSG tertekan dan turun tajam sehingga mematahkan tren naik sejak rebound dari crash akibat Covid-19 (garis putus2 warna hitam telah patah). Namun koreksi IHSG masih tertahan dikisaran area support level psikologis 6500 (garis warna biru). IHSG bahkan masih terjaga dan sanggup ditutup diatas garis level psikologis MA 200 hariannya (garis warna merah). Dan jika kita perhatikan sejak rebound dari kejatuhan market akibat Covid-19 dan berhasil menembus ke atas MA 200 harian di awal bulan November 2020 (lingkaran warna merah), IHSG tidak pernah jatuh di bawah garis psikologis MA 200. IHSG sempat turun sebentar di bawah garis MA 200 pada bulan Agustus dan September 2021 (lingkaran warna hitam), namun langsung berhasil rebound dan melanjutkan rally kenaikannya.

Hal yang sama terjadi pada akhir pekan kemaren dimana IHSG sempat turun di bawah garis MA 200, namun masih mampu ditutup diatas level tersebut. Apabila IHSG dapat bertahan diatas garis support psikologis MA 200, maka terbuka potensi terjadinya technical rebound bagi IHSG dikisaran level 6.755 hingga 6.902 (area kotak warna kuning). Area tersebut akan menjadi penentuan jangka pendek bagi IHSG, apakah akan kembali melanjutkan reli kenaikannya atau kembali bergerak turun.

Sementara itu kalau kita perhatikan dalam time frame yang lebih panjang dengan menggunakan chart weekly, terlihat bahwa koreksi yang dialami IHSG masih tergolong wajar selama tidak tutup di bawah garis support neckline 6.484 yang dulunya merupakan area resistance dari terbentuknya pola inverted head & shoulder pattern. Selama IHSG masih mampu bertahan diatas support neckline 6.484, maka masih ada peluang bagi IHSG menjalankan skenario bullish dan kembali bergerak menguat. Namun jika sampai gagal bertahan dan turun di bawah level 6.484, maka IHSG akan menjalankan skenario bearish dan kembali bergerak turun.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data perdagangan dan ekspor-impor bulan April pada hari selasa. Diperkirakan data perdagangan masih akan mencatatkan surplus meski menurun dibandingkan bulan Maret sebesar US$ 4,53 Miliar. Sedangkan pada hari jum’at akan dirilis data current account kuartal pertama tahun ini. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 16 Mei 2022 : Rilis data produksi industri China, Kebijakan moneter Inggris
  • Selasa 17 Mei 2022 : Kebijakan moneter Australia, Rilis data tenaga kerja Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 18 Mei 2022 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 19 Mei 2022 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia
  • Jum’at 20 Mei 2022 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Saat ini IHSG sudah memasuki fase bearish jangka pendek setelah mengalami koreksi tajam selama seminggu terakhir. Perhatikan area support-support IHSG yaitu support psikologis MA 200, support psikologis 6.500 dan support neckline 6.484. Selama mampu bertahan diatas rangkaian area support tersebut, ada kemungkinan IHSG berpotensi mengalami technical rebound ke area 6.752 hingga 6.902, pasca mengalami koreksi tajam. Cermati area resistance tersebut, apabila gagal melanjutkan kenaikannya, maka rebound yang dialami oleh IHSG berpeluang sementara atau dead cat bounce.

Untuk itu  tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/