Pasar Menunggu Data Inflasi AS Bulan Mei, Bagaimana Pergerakan IHSG Pekan Ini?

Bursa Wall Street berakhir melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan, setelah rilis data lapangan pekerjaan AS terlihat solid sehingga menyurutkan harapan terjadinya jeda dalam pengetatan kebijakan agresif The Fed yang diperlukan untuk meredam inflasi yang tinggi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls naik 390.000 pekerjaan di bulan Mei, melebihi perkiraan analis yang memperkirakan akan naik 325.000 pekerjaan. Sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 3,6%. Laporan data lapangan pekerjaan yang meyakinkan, memberi tahu bahwa ekonomi berada dalam kondisi yang cukup baik dan dikhawatirkan akan membuat The Fed lebih percaya diri untuk dapat terus melakukan pengetatan. Sebelumnya pasar memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 50 bps oleh The Fed akan dilakukan pada bulan Juni dan Juli. Dow Jones ditutup turun 348,58 poin (-1,05%) menjadi 32.899,7, S&P 500 merosot 68,28 poin (-1,63%) ke level 4.108,54 dan Nasdaq anjlok 304,16 poin (-2,47%) ke posisi 12.012,73. Selama sepekan, Dow Jones melorot -0,94%, S&P 500 turun -1,2% dan Nasdaq melemah -0,98%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 34,238 poin (+0,48%) ke level 7.182,961 di akhir pekan. Investor asing membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp 623 miliar. Dalam sepekan IHSG melonjak +2,23% dengan investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga mencapai Rp 6,97 triliun di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia terus melanjutkan reboundnya, setelah menguat menjadi tiga pekan berturut-turut pasca turun tajam di minggu pertama setelah kembali dari libur Idul Fitri. Pergerakan positif IHSG masih ditopang oleh musim pembagian deviden dan rilis laporan keuangan emiten kuartal pertama 2022 yang rata-rata membukukan kinerja bagus. Selain itu inflasi di Indonesia yang mulai melandai secara bulanan juga turut mendorong IHSG sehingga cenderung mampu bertahan di zona hijau pada pekan ini. Pada tengah pekan lalu, BPS mengumumkan data inflasi Indonesia periode Mei 2022 sebesar 0,4% (hasilnya sesuai ekspektasi pasar), dimana laju inflasi mengalami perlambatan secara bulanan dibandingkan April yang sebesar 0,95%. Begitu juga dengan inflasi inti, sehingga memberikan sentimen positif ke pasar finansial karena tekanan bagi BI untuk menaikkan suku bunga menjadi lebih kecil.

Pasar saham Indonesia terus melanjutkan rebound dan bergerak naik. Secara teknikal IHSG berhasil menutup gap atas dikisaran 7.156-7.204 (area kotak biru) dan kembali masuk ke fase uptrend dalam jangka pendek. Indikator teknikal MACD terus bergerak naik dan mencoba cross up ke atas centreline menunjukan bahwa pergerakan IHSG masih mendapatkan momentum positif. Sedangkan volume transaksi terlihat meningkat mengindikasikan terjadinya proses akumulasi.

Meski berhasil menguat, namun reli kenaikan IHSG terlihat mulai terbatas. Kondisi ini terlihat dari pola candlestick IHSG yang terlihat mulai membentuk shooting star. Pola ini memiliki body pendek di bagian bawah dan shadow atas yang memanjang, mengindikasikan bahwa buyer gagal mempertahankan penguatannya karena adanya tekanan dari aksi profit taking yang dilakukan oleh seller sehingga membuat IHSG ditutup di dekat area opennya. Pergerakan IHSG untuk pekan ini diprediksikan akan mencoba bertahan di area support 6.972, dengan resistance diperkirakan akan berada di area level 7.267.

Minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa per akhir mei 2022 pada hari rabu. Sedangkan pada hari kamis menunggu data indeks keyakinan konsumen serta penjualan ritel pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Selasa 7 Juni 2022 : Kebijakan suku bunga RBA Australia, Rilis data perdagangan AS
  • Rabu 8 Juni 2022 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data GDP Uni Eropa
  • Kamis 9 Juni 2022 : Rilis data perdagangan China, Kebijakan suku bunga dan pernyataan ECB
  • Jum’at 19 Mei 2022 : Rilis data inflasi China, Rilis data inflasi AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meski masih uptrend dalam jangka pendek, namun kemungkinan IHSG berpotensi terkena aksi profit taking dan mulai masuk ke fase konsolidasi, setelah rebound tajam dan menguat selama 3 minggu berturut-turut. Pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi AS bulan Mei pada akhir pekan, untuk melihat apakah inflasi AS akan melandai setelah kenaikan suku bunga yang telah dilakukan oleh The Fed pada bulan lalu. Jika inflasi AS terkendali, maka langkah agresif kenaikan suku bunga oleh The Fed akan mengendur. Namun sebaliknya jika inflasi AS masih tinggi, maka akan membuat The Fed semakin agresif menaikan suku bunga acuannya, sehingga akan menjadi sentimen negatif bagi pasar. 

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/