Masih Bergerak Sideways, IHSG Terjebak Dalam Area Trading 6962-7127

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Investor mengabaikan komentar hawkish para pejabat The Fed tentang kenaikan suku bunga. Pemimpin Fed Boston Susan Collins mengatakan dengan inflasi yang turun tipis, The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan 75 bps lagi untuk mengendalikan inflasi. Sebelumnya pada hari Kamis, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa Fed perlu terus menaikkan suku bunga mengingat pengetatannya sejauh ini hanya memiliki efek terbatas pada inflasi. Dow Jones ditutup naik 199,37 poin (+0,59%) menjadi 33.745, S&P 500 menguat 18,78 poin (+0,48%) menjadi 3.965 dan Nasdaq bertambah 1,11 poin (+0,01%) menjadi 11.146. Selama sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir turun. Secara mingguan, Dow Jones melemah tipis -0,01%, S&P 500 turun -0,69% dan Nasdaq melorot -1,57%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menguat 37,195 poin (+0,53%) ditutup pada level 7.082,181 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler senilai Rp 401 miliar, dan rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.687/USD. Secara mingguan IHSG turun tipis -0,1%, meski investor asing membukukan net sell cukup besar senilai Rp 3,02 triliun di pasar reguler.

IHSG melanjutkan fase konsolidasinya setelah bergerak volatile sepanjang pekan. Terdapat sejumlah sentimen baik positif maupun negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu, diantaranya adalah keputusan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25% dan surplus neraca dagang yang mencapai US$ 5,67 miliar, serta beberapa pernyataan pejabat Bank Sentral AS yang menyatakan bahwa The Fed perlu menerapkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dalam rangka menekan angka inflasi di AS. Meningkatnya faktor geopolitik di Eropa bagian Timur juga turut mempengaruhi kekhawatiran pelaku pasar, namun untungnya tidak terjadi skala konflik yang lebih luas. Selain itu, pasar juga mencermati hasil dari pertemuan kelompok G20 yang dihelat di Bali, terutama pertemuan bilateral antara Presiden AS Joe Biden dengan Presiden China Xi Jin Ping.

Pasar saham Indonesia sepanjang pekan bergerak di dalam tren mendatar atau sideways. Secara teknikal, IHSG terlihat bergerak melandai dalam fase konsolidasi di range area kisaran support 6.962 dan resistance di level 7.127. Apabila mampu breakout dan maintain diatas 7.127 maka IHSG akan melanjutkan fase bullish intermediate menuju target area di 7.293 dengan minor target menutup gap atas dikisaran 7.156-7.172. Sebalikanya apabila IHSG turun dan menembus ke bawah support 6.962, maka IHSG akan bergerak melemah dalam jangka pendek menuju target dikisaran 6.798. Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar di area centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang ditunggu oleh pelaku pasar. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Selasa 22 November 2022 : Pernyataan beberapa pejabat The Fed
  • Rabu 23 November 2022 : Rilis data Durable Goods Orders AS, Pertemuan The Fed
  • Kamis 24 November 2022 : Pertemuan kebijakan moneter ECB

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Saat ini IHSG berada di fase sideways dalam jangka pendek, namun dalam pergerakan yang sangat volatile. Meski masih berada dalam fase konsolidasi, namun penurunan dan kenaikan tajam sering terjadi. Perhatikan level resistance 7.127, yang apabila mampu di break maka IHSG berpotensi masuk di fase uptrend jangka pendek. Namun sebaliknya jika IHSG turun dan gagal bertahan di support 6.962, maka akan memasuki minor bearish dan keluar dari fase konsolidasinya.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/