Pekan Terakhir Tahun 2022, Bagaimana IHSG Akan Bergerak?

Sebelumnya kami mau mengucapkan Selamat Natal bagi para pembaca setia website step-trader.com. “Semoga sukacita dan kedamaian Natal selalu menyertai kita semua

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, setelah investor menimbang data inflasi terhadap kenaikan suku bunga dan kekhawatiran resesi, sementara saham energi melonjak karena harga minyak yang lebih tinggi. Sebuah laporan Departemen Perdagangan menunjukkan bahwa belanja konsumen AS hampir tidak naik pada bulan November. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), pengukur inflasi pilihan Fed, naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% pada Oktober. Meski inflasi lebih dingin, tetapi tidak cukup untuk mencegah The Fed mendorong suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun depan. Investor dibuat gelisah sejak minggu lalu karena Fed mengindikasikan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mencapai sasaran inflasi 2% dan memproyeksikan kenaikan suku bunga di atas 5% pada tahun 2023, level yang tidak terlihat sejak tahun 2007.

Dow Jones ditutup naik 176,44 poin (+0,53%) menjadi 33.203,93, S&P 500 menguat 22,43 poin (+0,59%) menjadi 3.844,82 dan Nasdaq bertambah 21,74 poin (+0,21%) menjadi 10.497,86. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil menguat +0,86%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melemah untuk minggu ketiga berturut-turut setelah turun -0,2% dan merosot -1,94%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah 23,759 poin (-0,35%) ke level 6.800,673 di akhir pekan. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 794 miliar di pasar regular, dan rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.592/USD. Dalam sepekan, IHSG turun -0,17% dengan diikuti oleh keluarnya dana asing senilai Rp. 988 milyar di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia kembali melemah sepanjang pekan lalu, karena investor mencemaskan resesi global yang diakibatkan era suku bunga acuan tinggi dari berbagai bank sentral negara maju, demi menekan inflasi yang masih tinggi. Sentimen global yang belum kondusif membuat investor asing menjual saham-saham big caps sehingga menjadikan tekanan bagi IHSG. Sementara itu, BI kembali menaikkan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi level 5,5% pada Kamis lalu. Peningkatan suku bunga acuan berpotensi menurunkan pertumbuhan kredit yang bisa menjadi concern pelaku pasar akan efeknya terhadap ekspansi dunia usaha serta konsumsi masyarakat dan dapat berimbas terhadap pertumbuhan kinerja emiten ke depan.

Pelaku pasar masih wait and see dan belum cukup berani untuk melakukan aksi beli terlihat dari nilai transaksi di pasar reguler yang berada di bawah angka Rp 10 triliun secara harian. Technically untuk minggu ini IHSG terlihat bergerak mixed cenderung berkonsolidasi. Apabila mampu break dan maintain diatas 6.854, maka IHSG akan mengkonfirmasi terbentuknya pola ascending triangle pattern dan berpeluang bergerak naik menuju target teoritis di 7.067, dengan minor target di 6.956. Sementara untuk area support IHSG terdekat berada dikisaran 6.750. Apabila turun di bawah 6.750 maka IHSG akan batal membentuk pola ascending triangle dan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah menuju area support last low di 6.641 lagi. Indikator teknikal MACD telah golden cross dengan volume transaksi yang menurun mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Minggu ini adalah pekan terakhir tahun 2022. Tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis baik dari dalam maupun luar negeri. Pasar terlihat sepi dengan transaksi regular turun tinggal separo dari rata-rata transaksi harian, karena banyak pelaku pasar yang sudah pergi berlibur.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*