Teknikal Rebound Di Tengah Kekhawatiran Krisis Perbankan Global, Bagaimana IHSG Selanjutnya?

Bursa Wall Street jatuh pada perdagangan akhir pekan dan menandai akhir dari minggu yang penuh gejolak, yang didominasi oleh krisis yang sedang berlangsung di sektor perbankan dan meningkatnya kekhawatiran akan adanya resesi. Aksi jual saham bank kembali terjadi di tengah ketakutan berlarut terhadap sektor perbankan AS, setelah saham First Republic turun hampir -33% untuk mengakhiri minggu ini turun mendekati -72%. Drama yang berlangsung sejak minggu lalu setelah runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank telah memicu kekhawatiran penularan di seluruh sistem perbankan dunia. Kekhawatiran itu telah menyebar ke Eropa, setelah saham Credit Suisse ikut tersandung karena kekhawatiran likuiditas, dan mendorong para pembuat kebijakan untuk bergerak demi meyakinkan pasar. Dow Jones ditutup turun 384,57 poin (-1,19%) ke level 31.861,98, S&P 500 kehilangan 43,64 poin (-1,10%) menjadi 3.916,64 dan Nasdaq melemah 86,76 poin (-0,74%) ke level 11.630,51. Selama seminggu, ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir mixed, dengan Dow Jones turun -0,15%, sedangkan S&P 500 menguat +1,43% dan Nasdaq melonjak +4,41%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 112,509 poin (+1,71%) ke posisi 6.678,237 di perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 964 miliar di pasar regular, dan rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.345/USD. Dalam sepekan, IHSG mengalami pelemahan -1,29%, dengan diikuti keluarnya dana asing senilai Rp. 2,72 triliun di pasar regular selama seminggu.

Sepanjang pekan lalu, pergerakan IHSG lebih dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri khususnya AS mengenai krisis likuiditas perbankan. Pelaku pasar di global, termasuk di Indonesia  khawatir dengan krisis yang menimpa SVB dan Signature Bank. Belum lagi penurunan harga saham Credit Suisse makin membuat para pelaku pasar semakin ketar-ketir. Ancaman krisis perbankan di AS dan Eropa membuat investor gelisah dan mengakibatkan IHSG cenderung mengalami tekanan. Pasar khawatir bahwa fenomena krisis yang pernah terjadi di tahun 2008 dapat kembali terulang di tahun ini.

Sementara itu angin segar dari dalam negeri tampaknya masih belum bisa menyelamatkan IHSG dari tekanan jual. Indonesia kembali mengalami surplus perdagangan pada Februari 2023 sebesar US$ 5,48 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar US$ 3,87 miliar. Di sisi lain, BI kembali mempertahankan suku bunga acuannya tetap di level 5,75%  untuk memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Secara teknikal IHSG terlihat rebound dengan disertai peningkatan volume dan bergerak menguat ditutup di level 6.678 pada akhir pekan, setelah mampu bertahan di area support level 6.558. Selama tidak turun kembali di bawah 6.645, maka IHSG berpeluang melanjutkan reboundnya menuju target di 6.728, dengan target selanjutnya di 6.803, yang dulunya merupakan area support dan saat ini telah berubah menjadi resistance. Namun jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 6.645, maka indeks berpotensi menuju support 6.558 lagi. Gagal bertahan di 6.558, maka IHSG berpeluang melemah menuju area support kuat dikisaran 6.488-6.500. Indikator teknikal MACD yang terlihat masih bergerak turun di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam momentum negatif.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 21 Maret 2023 : Pertemuan Bank Sentral RBA Australia
  • Rabu 22 Maret 2023 : Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 23 Maret 2023 : Kebijakan suku bunga dan konferensi pers The Fed, Kebijakan suku bunga BOE Inggris
  • Jum’at 24 Maret 2023 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data durable goods orders AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tekanan dari sentimen global khususnya dari AS dan Eropa terkait krisis likuiditas perbankan, masih akan mewarnai pergerakan pasar saham global termasuk IHSG di pekan ini. Selain itu pelaku pasar juga akan mencermati FOMC meeting di tengah pekan, yang diproyeksikan akan ada kenaikan fed rate sebesar 25 bps. Investor juga menunggu pernyataan The Fed terutama terkait arah kebijakan suku bunga ke depan, ditengah krisis perbankan di AS. The Fed diperkirakan akan mulai melakukan perubahan pandangan terhadap arah kebijakan moneter sebagai dampak dari situasi sektor keuangan terkini di AS.

Meski ada peluang IHSG mengalami teknikal rebound sementara setelah koreksinya tertahan di area support, namun kekhawatiran akan terjadinya krisis keuangan masih akan terus membayangi pasar. Tetap hati-hati, karena selama IHSG masih di bawah level psikologis 6.800, maka indeks masih cenderung bergerak melemah. Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/