Debt Ceiling AS Masih Jadi Perhatian, Bagaimana Pergerakan IHSG Pekan Ini?

Bursa Wall Street mengalami kenaikan yang signifikan pada perdagangan akhir pekan, menyusul berlanjutnya pembicaraan mengenai peningkatan plafon utang AS. Setelah beberapa putaran pembicaraan, Presiden AS Joe Biden dan ketua kongres dari Partai Republik Kevin McCarthy, tampaknya mulai mendekati kesepakatan untuk meningkatkan batas utang pemerintah sebesar US$ 31,4 triliun selama dua tahun, sambil membatasi pengeluaran untuk sebagian besar sektor. Para investor memantau perkembangan pembicaraan mengenai plafon utang ini dengan cermat, karena Biden dan McCarthy masih memiliki beberapa perbedaan pendapat menjelang akhir pekan yang panjang. Pasar saham AS akan tutup pada hari Senin dalam rangka memperingati Hari Memorial. Dow Jones ditutup naik 328,69 poin (+1%) ke level 33.093,34, S&P 500 menguat 54,17 poin (+1,3%) ditutup pada level 4.205,45 dan Nasdaq melonjak 277,59 poin (+2,19%) menjadi 12.975,69. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS berkhir bervariasi dengan Dow Jones melemah -1%, sedangkan S&P 500 membukukan kenaikan mingguan sebesar +0,32% dan Nasdaq mengalami penguatan +2,51%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 17,23 poin (-0,26%) ke level 6.687,001 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 443 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.008/USD di akhir pekan. Untuk sepanjang pekan, IHSG berakhir melemah sebesar -0,2%, meski investor asing membukukan net buy senilai Rp. 2,554 triliun di pasar regular selama seminggu.

Pasar saham Indonesia memperpanjang tren negatif pelemahannya menjadi empat pekan beruntun. Pelemahan IHSG disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai plafon utang pemerintah AS, serta anjloknya harga batu bara yang membebani sektor energi. Meski sebenarnya sentimen dari dalam negeri cukup positif, karena Bank Indonesia mencatat neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2023 mengalami surplus USD 6,5 miliar, meningkat dari triwulan IV-2022 yang surplus USD 4,7 miliar. Kinerja positif tersebut ditopang oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan (current account) dan diiringi oleh surplus transaksi modal dan finansial. Pada triwulan I-2023, transaksi berjalan mencapai surplus USD 3,0 miliar (0,9% dari PDB), melanjutkan capaian surplus pada triwulan IV-2022 sebesar USD 4,2 miliar (1,3% dari PDB). Namun ancaman gagal bayar utang AS yang sudah semakin dekat jelang tenggat waktu pada 1 Juni 2023 yang dikhawatirkan bisa berdampak buruk pada perekonomian global, menjadi sentiment negatif bagi pergerakan IHSG pada pekan lalu.

Secara teknikal, IHSG terlihat kembali melakukan koreksi setelah gagal melewati level  6.735. Selama masih di bawah level tersebut, maka IHSG masih mengkonfirmasi terbentuknya pola head & shoulder pattern, sehingga secara teoritis berpeluang bergerak turun menuju target dikisaran 6.500-6.557, dengan minor target di last low 6.656. Namun demikian, apabila mampu kembali bergerak menguat dan melewati 6.735, maka IHSG akan membatalkan pola tersebut dan berpeluang rally menuju resistance last high di level 6.772 dan 6.820. Indikator teknikal MACD yang terlihat masih bergerak turun di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak melemah dalam momentum negatif.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Rabu 31 Mei 2023 : Rilis data NBS manufaktur China, Rilis data inflasi Jerman, Pernyataan Presiden ECB Lagarde
  • Kamis 1 Juni 2023 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data tingkat pengangguran dan inflasi zona euro, Rilis data PMI manufaktur AS
  • Jum’at 2 Juni 2023 : Rilis data tingkat pengangguran dan pekerjaan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Minggu ini merupakan pekan yang singkat bagi IHSG, karena hanya ada tiga hari perdagangan di hari senin hingga rabu. Sedangkan pada hari kamis dan jum’at IHSG libur karena hari nasional. Pelaku pasar masih akan menunggu dan melihat perkembangan katalis global, terutama plafon utang AS dan pergerakan harga komoditas dunia. Minimnya katalis positif dan singkatnya perdagangan pekan ini diperkirakan akan membuat IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah setelah gagal bertahan diatas level 6.735.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/