Menunggu Kebijakan Moneter Bank Sentral Berbagai Negara, Mampukah IHSG Breakout Level 7.000?

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup melemah tajam pada akhir pekan karena kenaikan imbal hasil Treasury menekan saham produsen chip dan perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan megacap lainnya, di tengah kekhawatiran lemahnya permintaan konsumen. Imbal hasil Treasury AS naik menjelang pertemuan Federal Reserve, mengingat inflasi AS yang masih di atas target. Sementara kekhawatiran terhadap permintaan chip otomotif terjadi setelah serikat pekerja United Auto Workers mogok di pabrik General Motors, Ford, dan Chrysler Stellantis. Pembuat peralatan chip Applied Materials, Lam Research dan KLA Corp semuanya turun lebih dari 4% setelah Reuters melaporkan TSMC telah meminta vendor utamanya untuk menunda pengiriman. Harga saham Nvidia turun 3,7%, Advanced Micro Devices kehilangan 4,8% dan Broadcom dan Micron Technology masing-masing turun lebih dari 2%, menekan indeks Philadelphia Semiconductor turun sekitar 3%.  Dow Jones ditutup melemah 288,87 poin (-0,83%) menjadi 34.618,24 poin,  S&P 500 melorot 54,78 poin (-1,22%) menjadi 4.450,32 poin dan Nasdaq anjlok 217,72 poin (-1,56%) menjadi 13.708,34 poin. Selama sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir meixed dengan Dow Jones menguat +0,12%, sedangkan S&P 500 turun -0,16% dan Nasdaq kehilangan -0,39%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 23,458 poin (+0,34%) ke level 6.982,791 di perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 358 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.364/USD pada akhir pekan. Dalam sepekan IHSG berhasil menguat sebesar +0,84%, meski investor asing membukukan net sell di pasar regular senilai Rp. 1,47 triliun selama seminggu.

Pasar saham Indonesia kembali bergerak menguat di pekan lalu, bahkan sempat melewati level psikologis 7.000, meski di penutupan akhir pekan gagal bertahan di level tersebut. Penguatan IHSG ditopang oleh sektor energi, terutama yang berhubungan dengan saham sektor minyak dan gas beserta sektor pendukungnya, dikarenakan naiknya harga minyak dunia yang saat ini sudah bergerak di atas level US$ 90 per barel. Reli penguatan harga minyak beberapa pekan terakhir disebabkan oleh pemotongan output produksi oleh OPEC+ dan Rusia. Pasar juga mengabaikan inflasi AS bulan Agustus yang kembali mengalami kenaikan dan tetap berpegang pada ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada FOMC yang akan berlangsung pada 19-20 September 2023 mendatang. Di sisi lain, surplus Neraca Perdagangan Indonesia bulan Agustus yang mencapai US$ 3,12 miliar, lebih tinggi dari perkiraan US$ 1,55 miliar pada Agustus 2023, turut menopang pergerakan IHSG.

Secara teknikal IHSG terlihat kembali bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, seteah berhasil melewati resistance kuat sebelumnya dikisaran 6.955-6.971 kembali. Apabila mampu bertahan diatas level tersebut, maka kenaikan lanjutan akan menguji last high di 7.021. Breakout dari level tersebut, akan membuka potensi rally IHSG menuju target dikisaran 7.110-7.130. Sebaliknya kembali turun di bawah level 6.955 akan membuka peluang IHSG menguji area support level psikologis 6.900. Penurunan di bawah level tersebut akan membawa IHSG kembali menuju garis MA 200 hari di level 6.825 sebagai level support selanjutnya. Indikator teknikal MACD yang cenderung golden cross lagi dan volume transaksi yang meningkat, membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak positif.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 September 2023 dengan perkiraan BI akan kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 19 September 2023 : Kebijakan suku bunga Australia, Rilis data inflasi zona eropa
  • Rabu 20 September 2023 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data suku bunga China, Rilis data inflasi Inggris, Kebijakan suku bunga dan konferensi pers The Fed
  • Kamis 21 September 2023 : Kebijakan suku bunga Swiss, Kebijakan suku bunga Inggris, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 22 September 2023 : Rilis data inflasi dan kebijakan suku bunga Jepang, Rilis data manufaktur Jerman, Perancis, Inggris dan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada kebijakan moneter dari bank sentral berbagai negara, termasuk suku bunga The Fed dan BI. Meski The Fed dan BI diproyeksikan akan menahan suku bunga acuan tetap, namun pasar menunggu konferensi pers dan komentar dari kepala bank sentral tersebut mengenai arah suku bunga ke depan. Selain itu pergerakan harga komoditas utama dan nilai tukar rupiah akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Diperkirakan IHSG kemungkinan berpotensi bergerak secara konsolidasi di area trading kisaran 6.900 hingga 7.020. Penembusan ke bawah 6.900 atau ke atas 7.020 akan menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/