Konsolidasi Menunggu Data Inflasi AS, Kemana Arah Pergerakan IHSG Selanjutnya?

Bursa Wall Street berakhir dengan kenaikan pada perdagangan akhir pekan, didorong oleh saham-saham teknologi kelas berat dan saham-saham pertumbuhan usai yield US Treasury bergerak datar. Data pada hari Jum’at menunjukkan sentimen konsumen AS turun untuk bulan keempat berturut-turut di bulan November, dan ekspektasi rumah tangga terhadap inflasi kembali meningkat. Membantu mendukung bursa saham, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun sedikit berubah pada 4,62% sehari setelah lonjakan yang sebagian didorong oleh lelang obligasi tenor 30-tahun yang lebih lemah dari perkiraan. Di sisi lain, para investor menantikan data laporan inflasi dan data ekonomi lainnya di minggu depan. Dow Jones ditutup naik 391,16 poin (+1,15%) ke level 34.283,1, S&P 500 melonjak 67,89 poin (+1,56%) menjadi 4.415,24 dan Nasdaq menguat 276,66 poin (+2,05%) ke posisi 13.798,11. Dalam sepekan, ke tiga indeks saham utama AS berada di zona positif dengan Dow Jones naik sekitar +0,7%, S&P 500 menguat +1,3% dan Nasdaq melonjak +2,4%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 28,97 poin (-0,42%) ke level 6.809,263 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 615 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.689/USD pada akhir pekan. Sepanjang pekan IHSG berhasil menguat sebesar +0,3%, meski investor asing membukukan net sell di pasar regular senilai Rp. 1,325 triliun selama seminggu.

Pasar saham Indonesia terlihat bergerak mixed dan berhasil menguat tipis sepanjang pekan lalu, didorong oleh sentimen global dan domestik. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh komentar pejabat The Fed, dan rilis data perekonomian Tiongkok yang lemah mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi China belum merata, mengakibatkan turunnya harga-harga komoditas global pada pekan lalu. Sementara dari domestik, IHSG dipengaruhi oleh perekonomian Indonesia hingga kuartal III 2023 yang tumbuh 4,94% secara tahunan, melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,17% secara tahunan, serta turunnya cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2023 menjadi US$ 133,1 miliar, dari posisi akhir September 2023 yang sebesar US$ 134,9 miliar. Sedangkan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan Oktober 2023 mengalami kenaikan menjadi ke 124,3 dari bulan sebelumnya sebesar 121,7, yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap ekonomi Indonesia.

Secara teknikal IHSG terlihat bergerak mixed, mencoba melewati downtrend resistline dikisaran 6.878 dan fibonacci 61,8% di level 6.891. Breakout dan maintain diatas level tersebut, IHSG akan mengakhiri tren turun dan mulai bergerak naik membentuk higher high menuju resistance selanjutnya dikisaran 6.960-6.986. Sementara itu gagal melewati downtrend resistline, IHSG berpeluang turun menuju area support last low di 6.760 dan fibonacci 23,6% di level 6.735. Indikator teknikal MACD cenderung bergerak naik sedangkan volume transaksi yang rendah mengindikasikan bahwa IHSG masih dalam fase konsolidasi jangka pendek.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan data perdagangan pada hari rabu. Surplus neraca perdagangan diperkirakan turun ke US$ 3,3 miliar pada bulan Oktober 2023. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 14 November 2023 : Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data GDP zone euro, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 15 November 2023 : Pernyataan data GDP Jepang, Rilis data produksi industri dan penjualan ritel China, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data inflasi harga produsen dan penjualan ritel AS
  • Kamis 16 November 2023 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia, Pernyataan Presiden ECB Lagarde, Pernyataan beberapa pejabat The Fed
  • Jum’at 17 November 2023 : Rilis data penjualan ritel Inggris, Pernyataan Presiden ECB Lagarde, Rilis data inflasi zona euro

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh kondisi geopolitik di timur tengah dan rilis data inflasi AS serta Inggris yang mana realisasi dari data tersebut berpotensi menentukan arah kebijakan dari bank sentral dari masing-masing negara di sisa tahun 2023. Sementara pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komodiatas global serta kondisi politik jelang pemilu juga berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*