Berhasil Breakout Downtrend Resistline Setelah Inflasi AS Melandai, Bagaimana Arah Pergerakan IHSG Selanjutnya?

Bursa saham Wall Street menguat tipis dan cenderung berakhir flat pada perdagangan akhir pekan, karena investor mecerna pernyataan terbaru dari pejabat The Fed yang mengaburkan prospek mengenai kapan bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga. Wakil Gubernur Bidang Pengawasan Michael Barr mengatakan dia yakin bahwa The Fed berada pada puncak dari kenaikan suku bunga, namun pejabat Fed San Francisco Mary Daly dan pejabat Fed Boston Susan Collins menyoroti perlunya lebih banyak bukti untuk menurunkan inflasi hingga ke target The Fed di level 2%. Sementara penurunan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan memberikan dukungan bagi perdagangan ekuitas. Dow Jones ditutup naik tipis 1,81 poin (+0,01%) ke level 34,947.28, S&P 500 menguat 5,78 poin (+0,13%) ke posisi 4,514.02 dan Nasdaq bertambah 11,81 poin (+0,08%) menjadi 14,125.48. Ketiga indeks bursa saham AS meraih kemenangan minggu ketiga berturut-turut dipicu oleh lemahnya data inflasi AS yang memberikan harapan kepada investor bahwa The Fed telah mendekati puncak dari kenaikan suku bunganya. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil menguat +1,94%, S&P 500 meningkat +2,24% dan Nasdaq melonjak sekitar +2,37%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 19,659 poin (+0,28%) ke level 6.977,668 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 183 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.423/USD pada akhir pekan. Sepanjang pekan IHSG berhasil menguat sebesar +2,47%, dengan di ikuti net buy oleh investor asing di pasar regular senilai Rp. 432 milyar selama seminggu.

Pasar saham Indonesia melanjutkan kenaikan mejadi minggu ketiga secara berturut-turut, setelah menguat signifikan di pekan lalu. Penguatan IHSG utamanya ditopang oleh data inflasi AS yang kian melandai dan membuat pelaku pasar optimis akan kinerja pasar ekuitas global ke depan. Laju inflasi AS yang hanya sebesar 3,2% secara tahunan, dianggap dapat meningkatkan keyakinan pasar bahwa siklus kenaikan suku bunga The Fed telah berakhir. Hal ini memberikan indikasi positif bagi investor negara berkembang terkait potensi menguatnya sentimen risk-on, dan menjadi katalis positif bagi IHSG.

Secara teknikal, IHSG telah breakout dan melewati downtrend resistline dikisaran 6.878, sehingga membuka peluang penguatan, setelah mengkonfirmasi terbentuknya pola inverted head & shoulder pattern. Tetap bertahan diatas 6.878 dan melanjutkan kenaikannya menembus resistance terdekat di 6.986, maka IHSG berpeluang rally menguat menuju target teoritis pola inverted head & shoulder patternnya di level 7.118, dengan minor target di 7.046. Namun apabila gagal bertahan diatas support 6.878, maka IHSG berpeluang melemah menguji area garis MA 200 hariannya di level 6.829. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik dan telah cross up ke atas centreline mengindikasikan bahwa IHSG telah bergerak naik dalam momentum positif.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data transaksi berjalan kuartal ketiga pada hari selasa dan keputusan BI rate pada hari kamis. BI diperkirakan akan tetap menahan suku bunga acuannya tetap di level 6%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 20 November 2023 : Pernyataan Gubernur BOE Bailey
  • Selasa 21 November 2023 : Pertemuan Bank Sentral RBA Australia dan Pernyataan Gubernur RBA Bullock, Laporan meeting The Fed
  • Rabu 22 November 2023 : Rilis data durable goods orders dan data klaim pengangguran AS
  • Kamis 23 November 2023 : Rilis data sektor jasa dan manufaktur zona euro dan Inggris
  • Jum’at 24 November 2023 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data sektor jasa dan manufaktur AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG berada dalam tren naik jangka pendek setelah berhasil menembus ke atas downtrend resistline di 6.878. Tetap bertahan diatas level tersebut dan kembali melanjutkan penguatannya, maka IHSG berpeluang menuju 7.046. Namun melihat volume transaksi yang masih rendah dan cenderung sepi, serta kenaikan IHSG hanya ditopang oleh beberapa saham saja, tetap perlu waspada adanya potensi koreksi. Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas, nilai tukar rupiah dan laporan meeting The Fed.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*