Terus Tertekan, IHSG Breakdown Level Psikologis 7.000. Bagaimana Selanjutnya?

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan, di akhir bulan Mei 2024. Dow Jones dan S&P 500 berakhir lebih tinggi, sementara Nasdaq melorot setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan data ekonomi terbaru yakni indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,3% di bulan April 2024. Data ini menunjukkan belanja konsumen AS melambat lebih dari yang diperkirakan. Para trader berjangka yang terikat dengan kebijakan suku bunga The Fed menambah spekulasi bahwa bank sentral akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan September dan meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga kedua pada bulan Desember dengan probabilitas yang sama. Dow Jones ditutup naik 574,84 poin (+1,51%) menjadi 38.686,32, S&P 500 menguat 42,03 poin (+0,80%) ke level 5.277,51, sedangkan Nasdaq turun tipis 2,06 poin (-0,01%) menjadi 16.735,02. Selama sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS mengalami pelemahan, dengan Dow Jones turun -0,9%, S&P 500 melemah -0,5%, dan Nasdaq melorot -1,1%. Sedangkan selama bulan Mei 2024, Dow Jones berhasil naik +2,4%, S&P 500 melesat +4,8%, dan Nasdaq melonjak +6,9%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 63,405 poin (-0,9%) ke level 6.970,736 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 18 milyar di pasar regular dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 16.256/USD di akhir pekan. Sepanjang minggu lalu IHSG melorot sebesar -3,48%, dengan diikuti net sell investor asing di pasar regular senilai Rp. 4,621 triliun selama seminggu. Dan sepanjang bulan Mei 2024, IHSG tertekan turun -3,64%, dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp 14,87 triliun di pasar reguler.

Tren pelemahan pasar saham Indonesia berlanjut, didorong oleh ketidakpastian kebijakan The Fed terkait waktu pemotongan suku bunga acuan, sehingga menyebabkan terjadinya capital outflow oleh pemodal asing sepanjang pekan. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar AS yang turut menekan pasar. Saham-saham dengan market cap besar seperti ASII, TLKM dan saham 4 big banks (BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI) banyak dilepas oleh pemodal asing. Di sisi lain, anjloknya harga saham BREN dengan market cap terbesar sebelumnya, karena diperdagangkan dengan skema Full Call Auction (FCA) dan telah mengalami ARB selama 3 hari beruntun turut menjadi penekan IHSG breakdown ke bawah level psikologis 7.000.

Secara teknikal IHSG terlihat melanjutkan pelemahannya setelah membentuk lower low dan turun di bawah 7.014, sehingga mengindikasikan berlanjutnya tren pelemahan. Gagal kemabli ke atas level tersebut, maka IHSG berpeluang menuju Target terdekat di 6.908, dengan target selanjutnya di 6.745 dan 6.570. Sebaliknya apabila mampu segera kembali keatas 7.014, maka IHSG berpeluang rebound menuju target dikisaran 7.167 hingga 7.216. Indikator teknikal MACd yang telah death cross mengindikasikan IHSG sedang bergerak dalam momentum negatif.

Sementara dari monthly chart terlihat IHSG gagal melewati resistance level 7.364 dan mulai bergerak turun. Apabila koreksi berlanjut maka IHSG berpeluang menuju area support kuat dikisaran 6650-6550 (kotak merah).

Untuk minggu ini seperti biasa di awal bulan pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan Mei pada hari Senin, serta data cadangan devisa akhir mei pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 3 Juni 2024 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur AS
  • Selasa 4 Juni 2024 : Rilis data JOLTs pekerjaan AS
  • Rabu 5 Juni 2024 : Rilis data GDP Australia, Kebijakan suku bunga Kanada, Rilis data ADP pekerjaan dan data sektor jasa AS
  • Kamis 6 Juni 2024 : Rilis data perdagangan Australia, Kebijakan suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 7 Juni 2024 : Rilis data perdagangan China, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS, Pernyataan Presiden ECB Lagarde

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pasar saham Indonesia terlihat bergerak turun tajam dan sudah breakdown level psikologis 7.000, sehingga keluar dari fase konsolidasinya dan mulai memasuki downtrend dalam jangka pendek. Sementara ini masih belum ada sentimen positif bagi IHSG. Rupiah juga kembali melemah dan terlhat stabil diatas 16.000/US$. Sedangkan investor asing masih terus melakukan net sell pada saham-saham big caps, serta saham BREN (market cap terbesar kedua setelah BBCA) masih terus tertekan kena auto reject bawah (ARB) setelah diperdagangakan dengan skema full call auction (FCA). Kalaupun terjadi penguatan kemungkinan lebih banyak sifatnya teknikal rebound terbatas saja.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*